Pihak yang bersangkutan akan memperingati dan mendoakan orang yang telah meninggal. Kegiatan tahlilan pun dilakukan pada hari ke-1 kematian hingga hari ke-7, kemudian dilakukan pada hari ke-40, ke-100, tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga, dan seterusnya. Ada pula pihak keluarga yang melakukan tahlilan pada hari ke-1000.
Tradisi tahlilan ketika ada kerabat keluarga handai taulan atau warga desa meninggal dunia, secara turun temurun dilakukan di desa.. Sudah menjadi adat jawa, bahwa tahlilan selalu diadakan bagi kaum nahdliyin yaitu acara doa bersama yang tujuannya mendoakan orang yang baru saja meninggal, acara ini dilakukan dimulai hari 1 s/d 7 hari kemudian 40 hari, 100 hari dan 1 tahun kematian, atau orang bLTJCPL.