Keunggulandan kelebihan SIG muncul karena keunggulannya dalam hal mengolah dan manajemen data spasial, kemampuannya melakukan analisis spasial atau analisis berbasis keruangan, serta kemampuannya dalam visualisasi data keruangan. Terdapat 4 kemampuan aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis yang dikenal
Kemajuan informasi diberbagai bidang telah dirasakan manfaatnya didalam kehidupan sehari-hari, baik bidang yang dikelola oleh instansi pemerintah maupun swasta. Kemajuan tersebut mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional karena pembangunan yang dilakukan pada hakekatnya adalah merupakan suatu proses perubahan yang terus-menerus menuju pada perbaikan dan kemajuan,dimana saat ini telah menyentuh berbagai bidang. Kemajuan yang telah dicapai salah satunya yaitu bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan informasi saat ini memunculkan harapan yang dapat meningkatkan cara kerja yang efektif dan efisien. Dalam melaksanakan aktifitas pada instansi pemerintah maupun swasta dalam mengambil keputusan Salah satu kebutuhan dari organisasi swasta maupun pemerintah dalam penyediaan sarana informasi adalah informasi yang berbasis teknologi. Dimana system yang telah menggunakan komputerisasi memiliki tingkat kehandalan yang jauh lebih cepat serta lebih efisien dalam pengolahan data bila dibandingkan dengan system manual, sehingga kebutuhan akan adanya komputerisasi dalam pengolahan data sangatlah dibutuhkan. KELEMAHAN DAN KEUNTUNGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN A. Pengertian Sistem Informasi Suatu sistem dapat didefinisikan menjadi dua penekanan yaitu dengan menekankan pada prosedurnya dan menekankan pada komponen atau elemennya. Definisi sistem yang menekankan pada prosedurnya adalah“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”. Sedangkan definisi sistem yang menekankan pada elemennya adalah“Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.[1] Informasi merupakan sekumpulan data yang telah diproses menjadi bentuk yang lebih berarti bagi yang menerimanya, sehingga dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan. Sumber informasi tersebeut adalah merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak dan tidak memiliki arti apapun, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Dari informasi yang akan dihasilkan harus memiliki kualitas informasi yang baik. Adapun kualitas informasi yang perlu diperhatikan diantaranya akurat, tepat waktu dan relevan. Pengertian Sistem Informasi Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis bahwa sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.”[2] B. Kelemahan dan Kebutuhan Sistem Informasi Analisis sistem merupakan langkah awal dalam pengembangan sistem dan merupakan pondasi yang menentukan keberhasilan sistem informasi yang dihasilkan. Tujuan utama dari analisis sistem informasi adalah menentukan kelemahan dari proses bisnis sistem yang lama sehingga dapat menentukan kebutuhan untuk sistem yang baru. Kelemahan Sistem Untuk mengidentifikasi masalah perlu dilakukan analisis terhadap sistem yang lama untuk mengidentifikasi kelemahan sistem tersebut. Dengan melakukan identifikasi pada sistem yang lama, diharapkan sistem baru akan mengalami peningkatan. Berikut kelemahan sistem dengan menggunakan kategori PIECES Performance, Information, Economy, Control, Eficiency, dan Service 1. Kinerja Performance Kinerja merupakan kemampuan dalam menyelesaikan tugas dengan cepat sehingga tujuan dapat segera tercapai. Pengukuran kinerja dapat diukur dari jumlah produksi Throughput dan waktu tanggap Response Time dari suatu sistem. Throughput adalah jumlah informasi yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan Response Time adalah waktu tunggu antara permintaan informasi dengan tanggapan yang dihasilkan oleh sistem adalah hasil analisisnya a. Throughput Dapat melayani 30-35 siswa dalam waktu 15-30 menit, karena guru harus mengetik nilai dan dicetak kemudian ditempelkan di papan pengumuman. b. Response Time Respon terhadap permintaan membutuhkan waktu yang cukup lama 15 sampai 20 menit, karena data masih tersimpan dalam bentuk arsip atau buku-buku yang setiap harinya mengalami penambahan data. 2. Informasi Information Informasi merupakan hal penting dalam suatu sistem yang sedang berjalan. Informasi dapat dikatakan berkualitas apabila informasi yang dihasilkan akurat, tepat waktu, dan relevan sesuai dengan yang diharapkan. Jika suatu sistem tidak dapat memberikan informasi dengan tepat dan akurat, maka sistem tersebut perlu dianalisa kembali untuk diketahui kekurangannya. a. Akurat Penyampaian informasi presensi, perilaku tata tertib, nilai dan pembayaran spp siswa yang diketahui orang tua sebelum akhir semester kemungkinan dari anak mereka. Dan ada kemungkinan anak mereka tidak jujur sehingga informasi tersebut yang didapatkan orang tua sudah tidak akurat lagi. b. Tepat Waktu Informasi data presensi dan nilai siswa didapatkan orang tua pada saat menerima hasil raport siswa diakhir semester. Sehingga mereka tidak dapat mengetahui langsung informasi presensi tiap bulan dan berapa nilai-nilai ujian anaknya yang didapatkan selama proses belajar mengajar di sekolah. c. Relevan Karena orang tua siswa tidak mendapatkan informasi nilai selama proses belajar mengajar maka informasi nilai yang dihasilkan kurang relevan bagi orang tua. 3. Ekonomi Economy Ekonomi merupakan penilaian sistem atas pengurangan dan keuntungan yang akan didapat dari sistem yang dikembangkan. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian biaya dan peningkatan manfaat. a. Biaya Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menginfomasikan hasil nilai-nilai siswa yang secara manual membutuhkan biaya yang banyak, karena data nilai tersebut harus dicetak dan bahkan disalin sampai beberapa lembar. b. Manfaat Informasi yang disampaikan belum cukup jelas dan kurang lengkap sehingga manfaat yang diperoleh tidak sesuai atau sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, karena masih bersifat arsip atau buku-buku. 4. Pengendalian Control Pengendalian dalam sistem sangat diperlukan keberdaannya, yaitu untuk menghindari dan mendeteksi secara dini terhadap penyalahgunaan atau kesalahan sistem, serta untuk menjamin keamanan data dan informasi yang ada. Dengan adanya pengendalian, maka tugas-tugas atau kinerja yang mengalami gangguan dapat teratasi. a. Tidak adanya proteksi terhadap data yang ada sehingga kehilangan data sering terjadi. b. Sulit dikontrol, karena informasi sudah tersebar lewat papan pengumuman atau lembaran data nilai yang diedarkan. 5. Efisiensi Efficiency Efisiensi berbeda dengan ekonomi, bila ekonomi berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan dengan pengeluaran atau biaya yang paling minimal, sedangkan efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut digunakan dengan optimal. Komoditas yang akan dinaikkan atau diturunkan dapat berupa manusia, uang, waktu, atau sumber daya lainnya. a. Pengendalian terhadap hak akses Untuk pembuatan laporan yang akan diberikan kepada orang tua siswa sangat banyak, sedangkan data-data tersebut belum tersusun dengan jelas dan masih banyak yang terpecah-pecah sehingga akan membutuhkan sumber daya manusia yang banyak. 6. Pelayanan Service Analisis ini berhubungan dengan pelayanan yang lebih baik, yang diberikan oleh sistem. Analisis pelayanan ini diberikan tinjauan sejauh mana kemudahan yang diberikan sistem yang diterapkan untuk menyelesaikan pekerjaan, kemudahan untuk memperoleh data serta dapat menghasilkan informasi yang cepat dan tepat. a. Pelayanan Pelayanan yang diberikan sekolah untuk orang tua siswa dalam hal menginformasikan data presensi, pelanggaran tata tertib dan nilai ujian siswa masih orang tua hanya mendapatkan langsung dari laporan hasil pendidikan diakhir semester.[3] Kebutuhan Sistem Dalam perancangan sistem infomasi diperlukan perangkat teknologi pendukung yang memadai agar sistem berjalan dengan baik serta dapat diperoleh informasi yang lebih optimal dan tepat serta kualitas kerja agar lebih meningkat. Analisis kebutuhan sistem bertujuan untuk memahami dengan sebenar-benarnya kebutuhan dari sistem baru dan mengembangkan sebuah sistem yang mewadahi kebutuhan tersebut. Analisis kebutuhan sistem terdiri dari kebutuhan fungsional dan nonfungsional. 1. Kebutuhan Fungsional Kebutuhan fungsional merupakan jenis kebutuhan yang berisi proses-proses apa saja yang nantinya dilakukan oleh sistem. Kebutuhan fungsional juga berisi layanan informasi apa saja yang perlu disediakan oleh sistem, bagaimana sistem menerima dan mengolah masukan, dan bagaimana sistem mengatasi situasi- situasi tertentu. Berikut kebutuhan fungsional pada Sistem informasi kesiswaan a. Pengguna dapat melakukan pendataan siswa, orang tua, guru, mata pelajaran, kelas, ujian, presensi, pelanggaran tata tertib, pembayaran spp dan nilai siswa. b. Sistem mampu memproses layanan informasi pesan sms yang diterima dari client dan dapat membalas pesan tersebut dengan mengirimkan pesan sms balasan sesuai data yang terdapat dalam database yang ada dikomputer server. 2. Kebutuhan Non-Fungsional Kebutuhan nonfungsional merupakan jenis kebutuhan yang berisi perilaku yang dimiliki oleh sistem. Perencanaan dan pengembangan sistem memiliki tujuan agar dapat memperoleh informasi yang lebih cepat dan tepat serta meningkatkan kualitas kerja. Kebutuhan teknologi atau peralatan yang diperlukan dalam pengembangan sistem terdiri dari a. Kebutuhan Perangkat Keras Hardware Analisis kebutuhan perangkat keras yang digunakan bertujuan untuk mengetahui secara tepat perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem. Perangkat keras yang dibutuhkan adalah peralatan yang mendukung dalam melakukan pengolahan data dan penyajian layanan informasi ke publik. Spesifikasi minimal perangkat keras hardware yang disyaratkan dalam implementasi sistem adalah Prosesor Intel P4 speed 3 GHz Harddisk Seagate 80 GB RAM Visipro 1– 2 GB Monitor Samsung 15” Keyboard + mouse Modem GSM Prolink HSPA b. Kebutuhan Perangkat Lunak Software Pada perancangan aplikasi yang berbasis SMS Gateway ini, perangkat lunak yang digunakan adalah Microsoft Windows XP Professional SP 2 sebagai sistem operasi. Untuk software aplikasi, menggunakan perangkat lunak yang dapat berjalan di sistem operasi Windows, yaitu Netbeans IDE sebagai program aplikasi untuk pemrograman Java, MySQL sebagai database server, XAMPP versi sebagai server untuk database MySQL, Mozilla Firefox sebagai web browser untuk menjalankan database MySQL dan Prolink HSPA Modem sebagai SMS Server. c. Kebutuhan Pengguna User Dalam pemanfaatan aplikasi berbasis SMS Gateway ini, berdasarkan manfaat kebutuhan pengguna dapat dibagi menjadi dua, yaitu Operator. Dalam implementasi sistem ini yang akan banyak mengoperasikan program aplikasi ini adalah operator yang telah diberikan wewenang oleh penanggung jawab/admin. Operator diberikan hak akses oleh admin untuk menjaga dan melindungi sistem aplikasi ini. Orang tua dan siswa sebagai client. Orang tua dan siswa sebagai client, merupakan user biasa yang menggunakan aplikasi tersebut untuk mengetahui informasi presensi, perilaku tata tertib, nilai dan pembayaran spp siswa melalui pengiriman SMS dari ponsel client ke modem GSM yang terhubung dengan komputer server. d. Kebutuhan Informasi Informasi merupakan output utama yang dihasilkan oleh sistem informasi tersebut. Informasi yang dihasilkan akan digunakan oleh para pengguna, yaitu Operator. Kebutuhan data atau informasi yang dibutuhkan operator, antara lain data siswa, data orang tua, data presensi siswa, data pelanggaran tata tertib siswa, data informasi pembayaran spp dan data nilai siswa. Sedangkan operator dapat melihat, menambah, dan mengubah dan menghapus data. Orang tua dan siswa sebagai client. Dalam hal ini, sistem informasi yang ada akan mempermudah orang tua maupun siswa untuk mengetahui informasi data presensi siswa, data perilaku tata tertib siswa, cek pembayaran spp siswa dan nilai-nilai siswa dengan melalui pesan layanan SMS. Penyampaian informasi tersebut dapat diakses oleh orang tua dan siswa setiap waktu dan dimanapun setelah data disimpan dalam database yang ada di komputer server.[4] C. Keuntungan Adanya sistem Informasi Kesiswaan Keuntungan-keuntungannya diantaranya yaitu Data-data administrasi Sekolah dan akademis Siswa, dikelola dan diarsipkan secara rapi. Penghemataan pemakaian kertas, tinta printer, dll. Penghemataan waktu dan biaya dalam mengirimkan pengumuman ke Orang tua dan Siswa. Mempercepat dalam memberikan layanan administrasi dan akademis kepada Orang tua dan Siswa. Pihak Sekolah dan Orang tua dapat berinteraksi/berkomunikasi secara maksimal/aktif dalam memonitoring perkembangan akademis Siswa. Orang tua menjadi lebih bertanggung jawab dalam memonitoring perkembangan akademis Siswa. Aplikasi terhubung dengan 3 pengguna yaitu Siswa, Guru dan Orang tua. Informasi disampaikan secara realtime, akurat dan lengkap. Informasi dapat dibaca/akses secara online dan offline. Keuntungan Bagi Sekolah & Guru SISKA memudahkan sekolah dalam mengelola data-data akademis dan memberikan informasi kegiatan akademis kepada Orang tua dan Siswanya. Logo Sekolah akan tampil di Halaman Login aplikasi. Nama Sekolah akan menjadi lebih bernilai tinggi. SISKA memudahkan guru dalam memberikan informasi kegiatan akademis seperti pengumuman, tugas, nilai tugas, jadwal pelajaran dan jadwal ujian kepada siswanya. SISKA memudahkan guru untuk mendapatkan informasi seperti pengumuman, daftar tugas, daftar nilai tugas, jadwal mengajar dan jadwal ujian. Keuntungan Bagi Orang Tua Wali Murid SISKA memudahkan orang tua untuk mendapatkan informasi pengumuman dan data-data akademis siswa dari pihak sekolah guru atau petugas sekolah. Orang tua dapat dengan cepat mengetahui perkembangan putra putrinya dalam hasil belajar, tugas dan ujian. Orang tua dapat segera memberikan motivasi dan pengawasan kepada putra putrinya, supaya meningkatkan intensitas belajarnya. Keuntungan Bagi Siswa SISKA memudahkan siswa untuk mendapatkan infomasi pengumuman, tugas, nilai dan mata pelajaran dari pihak sekolah. Siswa dapat dengan cepat mengetahui nilai ujian dan tugas, sehingga bisa segera meningkatkan intensitas belajarnya. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan Guru, diluar Sekolah atau dimanapun Siswa berada. DAFTAR PUSTAKA Al Fatta, Hanif, Analisis & Perancangan Sistem Informasi Untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan & Organisasi Modern, Yogyakarta Andi Offset, 2007. Jogiyanto HM, Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Yogyakarta Andi Offset, 1990. Sismoro, H, Pengantar Logika Informatika, Algoritma, dan Pemrograman Komputer, Yogyakarta Andi Offset Andi, 2005. Tim Penelitian dan Pengembangan Wahana Komputer, Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Akademik berbasis SMS dengan Java, Jakarta Salemba Infotek, 2005. FOOTNOTE [1] Jogiyanto. HM, Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta Andi offset, 1990. hal. 1 [2] Jogiyanto. HM, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Yogyakarta Andi offset, 1990. hal 11 [3] Al Fatta, Hanif, Analisis & Perancangan Sistem Informasi Untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan & Organisasi Modern, Yogyakarta Andi Offset, 2007. Hal. 15 [4] Sismoro, H, Pengantar Logika Informatika, Algoritma, dan Pemrograman Komputer, Yogyakarta Andi Offset Andi, 2005. Hal. 36
PerancanganSistem. Perancangan sistem adalah sebagian gambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Untuk mencapai tujuan pada analisa sistem harus dapat mencapai sasaran-sasaran sebagai berikut: · Perencanaan sistem harus
Tugas Individu Triwulan 1 Satu Mata Kuliah SistemInformasidanManajemen Dosen Dr. IrArief Imam Suroso, MSc.CSApp Batas Penyerahan 17 Januari 2014 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN OLEH ARIE SATRYO WIBOWO 2015 KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karuniaNya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhiTugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen pada triwulan 1 kelas E-52 MB-IPB. Dalam penyelesaian makalah ini, Penulis mengalami beberapa kesulitan. namun berkat bimbingan dan bantuan berbagai pihak,akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada 1. Bapak Dr. Ir Arif Imam Suroso, yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami. 2. Rekan-rekan angkatan E-52 MB IPB yang senantiasa memberikan dukungan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan makalah ini. Masih terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya masukan dan saran yang positif, agar makalah ini lebih baik lagi di masa yang akandatang. Jakarta,14Januari 2015 Penulis DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Hirarki Sistem Informasi ………………………………………………….. 4 Gambar 2. Komponen Sistem Informasi ……………………………………………… 7 Gambar 3. Decision Support System …………………………………………………… 10 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………………………………… i DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………………….. ii BAB 1 PENDAHULUAN …………………………………………………………... 1 Latar Belakang …………………………………………………………… 1 Tujuan Masalah …………………………………………………………... 2 Rumusan Masalah …………………………………………………………. 2 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………………………… 3 Konsep Dasar Definisi Sistem Informasi …………………………………. 3 Peran Dasar Sistem Informasi dalam Bisnis ……………………………….. 4 Perkembangan Sistem Informasi Manajemen ……………………………… 5 Peranan Sistem Informasi Manajemen ……………………………………... 6 BAB 3 PEMBAHASAN ………………………………………………………………. 9 Contoh Kasus Perusahaan yang menggunakan sistem informasi………….. 9 Sistem Pendukung Keputusan ………………………………………………. 9 Kelebihan Sistem Informasi ………………………………………………… 11 Kelemahan Sistem Informasi ……………………………………………….. 12 BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………………………….. 13 BAB 5 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………. 14 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Persaingan bisnis yang semakin ketat pada era globalisasi saat ini harus didukung dengan penerapan sistem informasi yang baik. Sistem informasi yang baik adalah suatu sistem terpadu atau kombinasi yang teratur dari orang-orang, hardware, software, dan jaringaan komunikasi, untuk menyediakan informasi yang berguna dalam mendukung kegiatan operasional dan fungsi pengambilan keputusan pada sebuah organisasi. Sistem informasi dapat membantu segala jenis bisnis dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis yang dijalankan, pengambilan keputusan manajerial, kerjasama kelompok kerja hingga dapat memperkuat posisi kompetitif perusahaan dalam pasar yang dinamis. Sehingga diharapkan sistem informasi menjadi salah satu bahan yang dibutuhkan untuk keberhasilan bisnis di lingkungan global yang dinamis saat ini. Permasalahan dan tantangan yang akan selalu dihadapi oleh perusahaan dalam pengembangan sebuah sistem informasi terletak pada pertanyaan yaitu siapa atau pihak mana yang akan melaksanakan proses pengembangan tersebut. Bidang sistem informasi melintasi banyak teknologi kompleks, konsep keperilakuan yang abstrak, dan aplikasi khusus dalam bidang-bidang bisnis serta non-bisnis yang tidak terhitung jumlahnya. kerangka kerja konseptual, berguna untuk mengatur pengetahuan yang disajikan tentang hal-hal yang perlu diketahui mengenai sistem informasi manajemen untuk mendapatkan keuntungan. Sistem informasi seharusnya mendukung strategi bisnis organisasi, proses bisnis, struktur dan budaya organisasi dalam meningkatkan nilai bisnis dari organisasi khususnya dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Agar para praktisi bisnis dapat dengan lebih mudah mengakses sumber daya-sumber daya informasi dalam hal pengembangan sistem informasi perusahaan yang berbasis teknologi informasi, baik itu didalam perusahaan maupun diluar perusahaan yang mereka butuhkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan, pemasok dan mitra dagang. Sistem informasi lintas fungsi manajemen co-sourcing perusahaan akan dapat mendukung, serta meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar tim atau kelompok kerja di dalam suatu organisasi ataupun diluar organisasi in-co-out sourcing. Dalam hal ini maka perusahaan dapat mencapai tingkat efisiensi, kelincahan, dan responsivitas secara optimal dan maksimal yang dibutuhkan untuk berhasil dalam lingkungan bisnis yang serba tidak pasti dan dinamis dalam menangani berbagai fungsi bisnis dalam pemasaran, produksi, atau operasi, akuntansi, keuangan, dan dalam hal manajemen sumber daya manusia melalui berbagai operasi dengan sistem informasi manajemen yang baik. Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 1 I. II Tujuan Makalah Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa saja yang termasuk kriteria suatu sistem informasi manajemen yang baik, mengetahui keberhasilan atau kegagalan dari suatu sistem informasi manajemen serta bagaimana cara suatu perusahaan dapat mencapai efektivitas dan efisiensi dalam menerapkan sistem informasi manajemen dan bagaimana sistem informasi manajemen dapat menjawab tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh sistem informasi manajemen. I. III Rumusan Masalah Rumusan Makalah dari makalah ini adalah bertujuan untuk 1. Mengetahui yang termasuk kriteria suatu sistem informasi manajemen yang baik 2. Mengetahui keberhasilan ata kegagalan sistem informasi manajemen 3. Bagaimana cara suatu perusahaan dapat mencapai efektif dan efesiensi dalam menerapkan sistem informasi manajemen 4. Bagaimana sistem informasi manajemen dapat menjawab tantangan dan permasalahan yang dihadapi oeh sistem informasi manajemen. Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Konsep- konsep Dasar Definisi Sistem Informasi Manajemen Sebuah sistem informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberi dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya. Gagasan sebuah sistem informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer. namun komputer membuat gagasan tersebut menjadi kenyataan. Organisasi selalu membutuhkan sistem-sistem untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, melihat kembali, dan menyalurkan informasi. Komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada sistem informasi. Akibatnya sebuah sistem informasi berdasarkan komputer akan betul-betul berbeda dengan sistem-sistem yang diolah secara manual atau elektro-mekanis. Dan suatu organisasi yang sedang mengubah sistem informasi mereka dalam mengikuti teknologi ini, dalam penyesuaian/penerapannya sering kurang memahami sifat perubahan yang sedang diadakan Davis, 2002. Sistem Informasi Manajemen SIM didefinisikan sebagai sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama. Informasi adalah data yang telah diolah sehingga lebih bermakna. Informasi juga biasanya menyampaikan sesuatu yang baru dan belum diketahui oleh pengguna. Pengguna SIM umumnya terdiri dari anggota organisasi-organisasi formal, seperti perusahaan dan sub unitnya. Informasi menyampaikan apa saja yang telah, sedang, dan akan terjadi di perusahaan serta sistem utamanya. Output informasi digunakan oleh orang dalam perusahaan yang membuat keputusan untuk memecahkan berbagai masalah organisasi. Sistem informasi manajemen digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi untuk pengolahan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya; lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari; lapisan ketiga terdiri dari sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen; dan lapisan puncak terdiri dari sumberdaya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat puncak manajemen Head, 1967 Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 3 Gambar 1 Hirarki Sistem Infomasi Peran Dasar Sistem Informasi dalam Bisnis Terdapat tiga alasan mendasar untuk semua aplikasi bisnis dalam teknologi informasi. Mereka dapat dirumuskan dalam tiga peran penting yang dapat dilakukan sistem informasi untuk sebuah perusahaan bisnis. Berikut adalah tiga peran penting tersebut 1. Mendukung proses dan operasi bisnis Sebagai seorang pelanggan, anda harus berhubungan secara teratur dengan sistem informasi yang mendukung proses dan operasi bisnis di banyak took dan ritel tempat anda berbelanja. Contohnya, kebanyakan took ritel kini menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk membantu mereka mencatat pembelian pelanggan, penelusuran persediaan, membayar pegawai, membeli barang dagangan baru dan lain sebagainya. Operasi toko akan mati jika tidak ada dukungan dari sitem informasi semacam ini. 2. Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya Sistem informasi juga membantu para manajer took dan praktisi bisnis lainnya untuk membuat keputusan yang lebih baik. Contohnya, keputusan mengenai lini barang dagangan apa yang perlu ditambah atau dihentikan, atau mengenal jenis investasi apa yang mereka butuhkan, biasanya dibuat setelah sebuah analisis diberikan sistem berbasis komputer Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 4 3. Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif Sistem informasi dapat mendukung berbagai staretegi untuk keunggulan kompetitif dimana dengan adanya adanya sistem informasi dapat mengetahui kompetitor kita serta hal-hal apa saja yang dilakukan untuk dapat bersaing dengan kompetitor yang dimana memanfaatkan teknologi informasi saat ini. Contohnya, kita ingin mengetahui harga suatu produk di pasaran berada pada kisaran harga berapa, dengan kita memanfaatkan sistem informasi kita dapat mengetahui harga pasaran dan peluang serta potensi kita dalam melakukan bisnis tersebut. Perkembangan Sistem Informasi Manajemen konsep sistem informasi telah ada sebelum munculnya komputer. Sebelum pertengahan abad ke-20, pada saat itu masih digunakan kartu punch, pemakaian komputer terbatas pada aplikasi akuntansi yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi demikian para pengguna – khususnya di lingkungan perusahaan masih mengesampingkan kebutuhan informasi bagi para manajer. Aplikasi akuntansi yang berbasis komputer tersebut diberi nama pengolahan data elektronik PDE. Pada tahun 1964, komputer generasi baru memperkenalkan prosesorbaru yang menggunakan silicon chip circuitry dengan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Untuk mempromosikan generasi komputer tersebut, para produsen memperkenalkan konsep sistem informasi manajemen dengan tujuan utama yaitu aplikasi komputer adalah untuk menghasilkan informasi bagi manajemen. Ketika itu mulai terlihat jelas bahwa komputer mampu mengisi kesenjangan terhadap alat bantu yang mampu menyediakan informasi manajemen. Konsep SIM ini dengan sangat cepat diterima oleh beberapa perusahaan dan institusi pemerintah dengan skala besar seperti Departemen Keuangan saat ini Kementerian Keuangan khususnya untuk menangani pengelolaan anggaran, pembiayaan dan penerimaan demikian, para pengguna yang mencoba SIM pada tahap awal menyadari bahwa penghalang terbesar justru datang dari para lapisan manajemen tingkat menengah atas. Perkembangan konsep ini masih belum mulus dan banyak organisasi mengalami kegagalan dalam aplikasinya karena adanya beberapa hambatan, misalnya 1. Kekurangpahaman tentang komputer oleh pengguna sistem informasi 2. Kekurangpahaman spesialis bidang informasi tentang bisnis 3. Relatif mahalnya harga perangkat computer serta terlalu berambisinya para pengguna yang yakin dapat membangun sistem informasi secara lengkap sehingga dapat mendukung semua lapisan manajer. Sementara konsep SIM terus berkembang, Morton, Gorry, dan Keendari Massachussets Institute of Technology MIT mengenalkan konsepbaru yang diberi nama Sistem Pendukung Keputusan Decision Support Systems - DSS. DSS adalah sistem yang menghasilkan informasi Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 5 yangditujukan pada masalah tertentu yang harus dipecahkan atau keputusan yang harus dibuat oleh manajer. Perkembangan yang lain adalah munculnya aplikasi lain, yaituOtomatisasi Kantor office automation - OA, yang memberikan fasilitas untuk meningkatkan komunikasi dan produktivitas para manajer dan staf kantor melalui penggunaan peralatan elektronik. Belakangan timbul konsep baru yang dikenal dengan nama Artificial Intelligence AI, sebuah konsep dengan ide bahwa komputer bisadiprogram untuk melakukan proses logic menyerupai otak manusia. Suatu jenis dari AI yang banyak mendapat perhatian adalah Expert Systems ES, yaitu suatu aplikasi yang mempunyai fungsi sebagaispesialis dalam area konsep di atas, baik PDE, SM, OA, DSS, EIS, maupun AI merupakan aplikasi pemrosesan informasi dengan menggunakan komputer dan bertujuan menyediakan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan Sutono, 2007. Peranan Sistem Informasi Manajemen O’ Brien 2005 menyebutkan bahwa sistem informasi memiliki tiga peranan penting untuk sebuah perusahaan yaitu a Mendukung proses bisnis Dengan adanya sistem informasi, maka semua kegiatan operasional dalam suatu perusahaan agar terasa lebih mudah karena sistem informasi akan mendukung semua kegiatan proses bisnis secara keseluruhan sehingga data- data yang penting milik perusahaan akan tersusun dengan rapi dan baik di pendataan sistem informasi perusahaan tersebut. b Mendukung pengambilan keputusan pegawai dan manajer Sistem Informasi juga dapat mempengaruhi seorang manajer ataupun pegawai dalam mengambil suatu keputusan. Keputusan yang diambil oleh manajer dan pegawai akan di dukung dengan adanya sistem informasi berupa informasi yang dibutuhkan dalam mengambil keputusan agar keputusan yang diambil tidak merugikan orang lain atau kedua belah pihak. c Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif Perusahaan berusaha menghasilkan produk atau jasa sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pelanggannya dan mendapatkan keuntungan lebih banyak dibanding dengan pesaingnya. Perusahaan bisa mendapatkan keuntungan ini Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 6 dengan berbagai strategi, misalnya menyediakan barang dan jasa dengan harga lebih murah dan bermutu dibanding pesaing. Tidak dapat dipastikan bahwa perusahaan dapat mencapai keunggulan dalam persaingan melalui penggunaan sumberdaya konseptualnya. Dalam bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk meningkatkan pangsa pasar. Satu hal yang penting harus disadari, manager perusahaan menggunakan sumberdaya fisik dan konseptual untuk mencapai tujuan strategis perusahaan. Fungsi dari sebuah Sistem informasi menurut O’Brien 2005 a Area fungsional utama yang mendukung keberhasilan bisnis, seperti fungsi akuntansi, keuangan, manajemen operasional, pemasaran dan manajemen sumber daya manusia. b Kontribusi penting dalam efisiensi operasional, produktivitas, dan moral pegawai serta layanan kepuasan pelanggan. c Sumber utama informasi dan dukungan yang dibutuhkan untuk menyebarluaskan pengambilan keputusan yang efektif oleh manajer dan praktisi bisnis. d Komponen penting dari sumber daya, infrastruktur, dan kemampuan perusahaan bisnis membentuk jaringan. Menurut O’Brien 2009, tipe sistem informasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar yaitu Operational Support System OSS dan Management Support System MSS. OSS terbagi lagi ke dalam tiga model yaitu TPS Transaction Processing System, PCS Process Control System dan ECS Entreprise Collaboration System. MSS juga terbagi dalam tiga model, yaitu MIS Management Information System, DSS Decision Support System dan EIS Executive Information System. Gambar 2 Komponen Sistem Informasi Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 7 BAB III PEMBAHASAN Contoh Kasus Perusahaan yang menggunakan Sistem Informasi Pada saat ini hampir seluruh perusahaan menerapkan sistem informasi untuk mempermudah dalam kegiatan bisnis perusahaan tersebut. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sistem informasi sangat membantu kegiatan operasional perusahaan dalam melakukan kegiatan produksinya sehari-hari. Sistem informasi manajemen yang biasanya digunakan tersebut antara lain 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sistem informasi Pengambil Keputusan Decision Support System Sistem informasi pemrosesan transaksi Transaction Process System Sistem informasi managemen Management Information System Sistem informasi organisasi Organizational Information System Sistem Informasi Eksekutif Executive Information System Sistem Informasi manajemen Penyimpana Data Database Management System. Contoh diatas adalah beberapa sistem informasi yang sering digunakan. Dalam ini akan dijelaskan mengenai Perusahaan yang menggunakan sistem informasi pengambilan keputusan. PT. Hertz ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Perusahaan ini berlokasi di Cikarang, Bekasi. Seluruh kegiatan operasionalnya dilakukan disana. Perusahaan ini dalam hal kegiatan produksinya memberikan pelayanan terbaik dalam memberikan produk-produk berkualitas yang dapat diterima oleh konsumen, baik itu konsumen lama maupun konsumen baru. Setiap tahunnya mereka menciptakan atau memproduksi produk-produk baru serta didukung dengan pemasaran yang baik maka beberapa produk yang mereka buat mudah diterima oleh masyarakat. PT Hertz ABC juga melakukan pemilihan karyawan yang sesuai dengan kriteria yang ada pada jabatan karena itu, diperlukan suatu suatu sistem informasi untuk proses Matching dan analisis Gap yang dibuat. Proses Profile Matching dilakukan untuk menentukan rekomendasi karyawan dalam Sistem Kenaikan Jabatan dan Perencanaan Karir berdasar pada 3 aspek yaitu Kapasitas Intelektual, Sikap Kerja dan Perilaku. Hasil dari proses ini berupa ranking karyawan sebagai rekomendasi bagi pengambil keputusan untuk memilih karyawan yang cocok pada jabatan yang kosong tersebut. Software ini dibuat dengan menggunakan Microsoft Access 2000 untuk database dan Borland Delphi 5 sebagai compiller-nya. Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 8 Dari hasil implementasi sistem, disimpulkan bahwa dengan penggunaan software ini dapat membantu proses pengambilan keputusan terhadap profile matching proses kenaikan jabatan dan perencanaan karir di PT. Hertz ABC. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Manager membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Pemecahan masalah adalah respon terhadap suatu hal yang berjalan baik maupun berjalan buruk. Masalah didefinisikan sebagai suatu keadaan atau kejadian yang merugikan atau berpotensi merugikan bagi perusahaan. Selama proses pemecahan masalah, manajer berhadapan dengan masalah pengambilan keputusan dimana manajer harus memilih salah satu solusi dari beberapa solusi alternatif yang ada. Pemecahan masalah dilakukan dalam empat fase dasar yang membentuk satu kerangka kerja sebagai model sistem umum pada sebuah perusahaan dan lingkungannya. Proses pemecahan masalah terdiri dari elemen-elemen dasar, yaitu standar, informasi, batasan, dan solusi alternatif. Setelah semua proses diikuti, pemilihan solusi alternative terbaik tidak selalu dilakukan dengan analisis logika, dan ini penting dilakukan untuk membedakan antara masalah dan gejala timbulnya masalah. 1. Penggunaan Teknologi Informasi dalam Penggunaan E-commerce E-commerce merupakan fasilitas dalam operasional internal dan eksternal perusahaan. Ada dua jenis transaksi yang terjadi pada entitas diluar perusahaan. Perdagangan secara elektronik untuk jenis business to customer B2C dan business to business B2B. Transaksi B2B relative tidak melibatkan banyak orang, pada umumnya transaksi ini dipengaruhi oleh sistem informasi perusahaan. Orang yang terlibat dalam transaksi B2B biasanya dilatih secara khusus dalam penggunaan sistem informasi. Transaksi B2C memerlukan perbedaan desain yang mendasar. Tidak semua konsumen mempunyai keahlian teknologi informasi, sehingga situs perusahaan harus mempunyai instruksi-instruksi yang jelas dan membantu konsumen. Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 9 Gambar 3 Decision Support System Tujuan Sistem Pengambilan Keputusan Decision Support System Membantu manajer keputusan untuk memecahkan masalah semi-terstruktur. Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya. Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya. Tujuan-tujuan ini berhubungan dengan tiga prinsip dasar konsep Decision Support System yaitu sebagai berikut Struktur Masalah Sulit menemukan masalah yang sepenuhnya terstruktur ataupun tak terstruktur. Sebagian besar bersifat semi terstruktur. Ini berarti bahwa DSS diarahkan pada area tempat sebagian besar masalah berada. Dukungan Keputusan DSS tidak dimaksudkan untuk menggantikan manajer. Computer dapat diterapkan pada bagian masalah yang terstruktur, menerapkan penilaian atau intuisi dan melakukan analisis. Manajer dan computer bekerja sama sebagai tim pemecah masalah dalam memecahkan masalah di sekitar area yang terstuktur. Efektivitas Keputusan Tujuan dari Sistem pengambil keputusan Decision Support System adalah untuk melakukan dalam pengambilan keputusan yang tepat sasaran serta dapat dipertanggungjawabkan sehingga diperlukan efektivitas dalam pengambilan Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 10 keputusan agar tidak dipertanggungjawabkan. terjadi keputusan yang ambigu dan tidak dapat 1. Sistem Manajemen Database Sistem manajemen database memungkinkan pembuatan dan penyimpanan database, pemeliharaan isinya, dan penyediaan isi tersebut bagi pengguna tanpa pemrograman khusus yang mahal. Setiap sistem yang ada dalam teknologi informasi memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Tidak terkecuali dengan sistem manajemen database. Keuntungan DBMS 1. 2. 3. 4. Mengurangi pengulangan data Mencapai independensi data Mengambil data dan informasi secara cepat Meningkatkan keamanan Kerugian DBMS 1. Menggunakan perangkat lunak yang mahal 2. Membutuhkan perangkat keras dalam jumlah yang besar 3. Menyewa dan mempekerjakan personal DBA Sistem informasi tak harus selalu berbentuk kompleks, tapi bisa juga berupa sebuah sistem informasi yang sangat sederhana. Sistem tersebut hanya digunakan untuk mencatat transaksi penjualan dan melibatkan satu orang saja. Melalui sebuah komputer, pemakai memasukkan data penjualan dan saat setelah toko ditutup, laporan harian penjualan dicetak. Selanjutnya, laporan digunakan untuk melakukan analisis tentang barang-barang yang laku, yang berguna untuk pengambilan keputusan pembelian barang. Dalam bentuk yang lebih kompleks, sistem informasi melibatkan banyak pemakai dan memerlukan sarana jaringan yang memungkinkan pemakai yang tersebar di berbagai tempat yang berjauhan dapat berbagi informasi. Kelebihan utama sistem informasi 1. Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dan dengan kecepatan tinggi. 2. Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah, akurat, dan cepat. Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 11 3. Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses. 4. Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak di seluruh dunia dengan cepat dan murah. 5. Menyajikan informasi dengan jelas yang menggugah pikiran manusia. 6. Mengotomasikan proses-proses bisnis yang semi otomatis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual. 7. Pembiayaan yang jauh lebih murah daripada pengerjaan secara manual. Kelemahan Sistem Informasi Kelemahan sistem informasi manajemen terhadap lingkungan sosial yaitu Pengurangan tenaga kerja karena peran manusia tergantikan oleh teknologi serta mesin karena dengan adanya teknologi tersebut, perusahaan lebih diuntungkan. 1. Ketergantungan manusia terhadap sistem informasi itu sendiri. 2. Pengurangan tenaga kerja karena peran manusia tergantikan oleh teknologi serta mesin karena dengan adanya teknologi tersebut, perusahaan lebih diuntungkan. Kemampuan-kemampuan ini mendukung sasaran bisnis yang mencangkup 1. 2. 3. 4. 5. Peningkatan produktivitas Pengurangan biaya Peningkatan pengambilan keputusan Peningkatan layanan ke pelanggan Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis yang baru Kadir, 2003 Sistem informasi memberikan nilai tambah terhadap proses, produksi, kualitas, manajemen, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah serta keunggulan kompetitif yang sangat berguna bagi kegiatan bisnis Kroenke, 1992. Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 12 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Dewasa ini, sistem informasi sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengoptimalisasi kerja serta produktivitas perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sistem informasi manajemen juga memberi dukungan informasi, dan pengolahan fungsi manajemen dan pengambilan keputusan. Dalam hal ini, salah satu contoh dari sistem informasi manajemen adalah sistem informasi pengambilan keputusan atau Decision Support System juga Database Management System DBMS. Berdasarkan peranan sistem informasi manajemen, memiliki 3 tiga peranan penting untuk sebuah perusahaan yaitu 1 mendukung proses bisnis, 2 mendukung pengambilan keputusan pegawai dan manajer, dan 3 mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif. Sistem informasi juga memiliki beberapa kelebihan diantaranya 1 melaksanakan computer numeric, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi, 2 menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah, akurat, dan cepat. 3 menyimpan informasi dalam jumlah sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses. Selain itu, sistem informasi juga memiliki beberapa kekurangan yaitu pengurangan tenaga kerja karena peran manusia tergantikan oleh teknologi serta mesin karena adanya teknologi tersebut dan ketergantungan manusia terhadap sistem informasi itu sendiri. SARAN Perusahaan harus memutuskan untuk melakukan berbagai pertimbangan dalam memutuskan sistem informasi yang akan digunakan agar perusahaan tidak terlalu bergantung kepada sistem informasi karena bila perusahaan ketergantungan dengan sistem informasi manajemen maka aspek sosial lainnya seperti hubungan perilaku sesame manusia akan terganggu karena semua sudah teroptimisasi dengan mesin dan robot. Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 13 DAFTAR PUSTAKA Davis, B. Gordon. 2002. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. PT Pustaka Binaman Pressindo. Jakarta Head, Robert V. 1967. Management Information Systems A Critical Appraisal. Datamation Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Penerbit ANDI. Yogyakarta Kroenke, David M. 1992. Management Information Systems. Watsonville Mitchell McLeod, Jr Raymond. 2001. Sistem Informasi Manajemen. Edisi ke-7. Penyunting, Hardi Sukardi dan Agus Widyantoro. Edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Prenhallindo. Jakarta Kelebihan dan kelemahan Sistem Informasi Page 14
Keuanganyang digunakan akan dialokasikan sesuai pada tempatnya. Hal ini dapat mengakibatkan pada menurunnya daya beli akan barang dan atau produk. Manajemen keuangan pada dasarnya mengatur keuangan itu sendiri. Pengaturan yang dilakukan terhadap keuangan akan membawa arah keuangan pada tujuan yang telah ditentukan.
Sistem informasi eksekutif adalah sistem informasi yang menyediakan informasi bagi eksekutif atau anggota-anggota organisasi yang memiliki wewenang untuk membuat keputusan mengenai kinerja keseluruhan perusahaan, di mana informasi tersebut dapat diambil dengan mudah dan dalam berbagai tingkat rincian. Sedangkan menurut Rahman & Saudin 2022, hlm. 95 sistem informasi esekutif merupakan sistem informasi yang menyediakan fasilitas yang fleksibel bagi eksekutif dalam mengakses informasi eksternal dan internal yang berguna untuk mengidentifikasi masalah. Pemakai yang awam dengan komputer pun tidak sulit mengoperasikannya karena sistem dilengkapi antarmuka yang sangat memudahkan pemakai untuk menggunakannya. Hal tersebut karena menurut Mcleod dalam Rahman & Saudin, 2022, hlm. 95 suatu sistem informasi eksekutif dirancang untuk membantu eksekutif mencari informasi yang diperlukan pada saat mereka membutuhkannya dan dalam bentuk apapun yang paling bermanfaat. Lebih lanjut Mcleod menjelaskan bahwa implementasi dan pemakaian dari sistem informasi eksekutif ini meliputi menyediakan akses terhadap seluruh jenis informasi, menyediakan keluwesan pelaporan dan menyediakan perangkat untuk menganalisis informasi, dan membantu eksekutif mengidentifikasi masalah. Sementara itu menurut menurut Turban dalam Rahman & Saudin, 2022, hlm. 95 sistem informasi eksekutif SIE atau biasa disebut sebagai sistem pendukung eksekutif, atau executive information system EIS adalah sistem informasi berbasiskan komputer yang menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh para eksekutif, di mana sistem ini menyediakan akses yang cepat pada informasi yang tepat waktu dan akses langsung terhadap laporan-laporan manajemen. Istilah eksekutif memang mengandung makna yang cukup luas dan kabur. Namun, eksekutif yang dimaksud pada sistem informasi eksekutif adalah berbagai hal yang menunjang perencanaan jangka panjang dan berorientasi pada kesejahteraan perusahaan oleh apa eksekutif atau para pembuat keputusan. Jika tidak ada sistem informasi eksekutif dan hanya ada sistem informasi fungsional, manajer puncak hanya dapat mengandalkan semua sub-sistem atau bawahannya saja dan akan kesulitan untuk menyerapnya secara bersamaan. Para eksekutif harus mencari dan menggabungkan data menjadi suatu bentuk yang bisa mereka amati sendiri dan isakan sering menghasilkan kekaburan serta misinterpretasi dari kondisi yang sesungguhnya, dan sistem informasi eksekutif membebaskan eksekutif dari tugas tersebut. Tugas Eksekutif Untuk benar-benar memahami apa yang akan digeluti oleh suatu sistem informasi eksekutif, tentunya kita juga harus benar-benar tahu apa sebetulnya yang menjadi tugas nyata atau persoalan pokok yang dihadapi seorang eksekutif. Beberapa tugas atau hal yang harus dilakukan eksekutif meliputi beberapa poin di bawah ini. Menurut Henri Fayol, semua manajer melakukan fungsi-fungsi manajemen yang sama merencanakan, mengorganisasikan, menyusun staff, mengarahkan dan mengendalikan. Perencanaan sangat ditentukan pada tingkat eksekutif, sedangkan fungsi-fungsi lain oleh tingkat yang lebih rendah. Peran-peran manajerial Mintzberg, semua manajer melakukan semua peran, tetapi orientasinya berbeda untuk tiap tingkatan. Salah satu peran keputusan adalah negosiator. Salah satu contoh, seorang manajer puncak berunding dalam menggabungkan usaha merger, dan manajer tingkat bawah/ rendah berunding tentang tanggal penerimaan dengan pemasok. Agenda dan jaringan Kotter, menurut P. Kotter dari Harvard para eksekutif mengatasi tantangan pekerjaan mengikuti strategi tiga tahap a menetapkan agenda-tujuan yang harus dicapai perusahaan panjang, mencegah, dan jangka pendek; b membangun jaringan kerjasama diantara orang-orang yang harus menyelesaikan agenda tersebut; c menetapkan lingkungan norma dan nilai yang tepat sehingga anggota jaringan dapat bekerja mencapai agenda itu Rahman & Saudin, 2022, hlm. 96. Komponen Sistem Informasi Eskekutif Secara umum, menurut Rahman & Saudin 2022, hlm. 96 komponen yang membentuk suatu sistem informasi eksekutif di antaranya adalah sebagai berikut. Hardware Perangkat Keras Ketika membicarakan tentang perangkat keras untuk satu lingkungan EIS, kita harus memfokuskan pada perangkat keras yang dibutuhkan pertemuan eksekutif. Eksekutif harus diletakkan yang pertama dan kebutuhan eksekutif harus didefinisikan sebelum perangkat keras dapat terpilih. Perangkat keras komputer dasar diperlukan untuk suatu EIS meliputi empat komponen, yakni a Input Device/ alat masukan Alat ini mengijinkan eksekutif untuk memasuki, verifikasi, dan perbaharui data dengan seketika; b Central Processing Unit Adalah pusat komponen karena ini dapat mengontrol komponen mesin komputer yang lain; c File Penyimpanan Data Eksekutif dapat mempergunakan ini secara terpisah untuk menyimpan keterangan bisnis, dan bagian ini juga dapat membantu eksekutif mencari keterangan informasi bisnis historis dengan mudah; d Output Device/ alat keluaran Eksekutif dapat menggunakan alat ini untuk membaca rekaman visual dan sistem ini memerlukan dukungan dan hardware komputer yang tidak begitu mahal. Alat ini juga dapat meningkatkan akses dari keterangan EIS untuk banyak pengguna yang lain dengan suatu perusahaan. Software Perangkat LunakMemilih perangkat lunak penting untuk mendesain satu EIS yang efektif. Oleh sebab itu, komponen perangkat lunak dan bagaimana cara mengintegrasikan data ke dalam suatu sistem sangatlah penting. Perangkat lunak dasar yang diperlukan untuk satu EIS meliputi empat komponen, yakni a Teks yang mendasari perangkat lunak. Bentuk paling umum dari teks dapat di dokumentasikan; b Database Database heterogen bercokol pada satu jangkauan spesifik Vendor dan platform komputer membuka akses eksekutif bagi Eksekutif; c Dasar grafis Grafis dapat mengarahkan volume dari teks dan statistik ke dalam keterangan visual untuk Eksekutif. Jenis grafis yang khas adalah bagan gugus berkala, diagram, peta, grafis gerak, bagan urutan, dan perbandingan mengorientasi graf bagan balok; d Dasar model EIS memodelkan data yang mengandung data statistik rutin dan khusus, keuangan, dan analisa kuantitatif lain. Konsep Dasar Sistem Informasi Eksekutif Para eksekutif membangun EIS atas dasar konsep-konsep manajemen. Ada 3 konsep yang perlu dibahas, yaitu faktor-faktor penentu keberhasilan critical success factors, management by exception, dan model mental yang akan dijelaskan sebagai berikut Faktor Penentu Keberhasilan Critical Success Factor Adalah hal-hal faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan segala jenis kegiatan organisasi. Faktor-faktor ini dalam setiap perusahaan berbeda-beda tergantung dari kegiatan yang dilakukan. Tahun 1961 D. Donald Daniel dari Mc Kinsey dan Company menciptakan faktor-faktor keberhasilan. Faktor-faktor ini bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Untuk industri kendaraan bermotor, CSF critical success factors yang diyakini adalah model, jaringan dealer yang efisien, dan pengendalian biaya manufaktur yang fisien. Sebagai contoh misalnya sebagai berikut CSF dari industri asuransi jiwa adalah pengembangan personil manajemen agen, pengendalian personil administratif, dan inovasi menciptakan produk-produk asuransi. Management by Exception MBE Perbandingan antara kinerja yang direncanakan dengan kinerja aktual. Sehingga informasi dapat langsung didapat dan digunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan seperti perangkat lunak EIS yang dapat mengidentifikasi perkecualian-perkecualian secara otomatis dan membuatnya diperhatikan oleh eksekutif. Model Mental Peran utama EIS adalah membuat sintesis, atau menyarikan data dan informasi bervolume besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut pemampatan informasi information compression dan menghasilkan suatu gambaran atau model mental dari operasi perusahaan. Tahun 1973, Johnson-Lavid menciptakan istilah model mental, yakni “memungkinkan perorangan untuk membuat penilaian dan perkiraan, untuk memahami fenomena, untuk memutuskan tindakan yang perlu di ambil dan untuk mengendalikan pelaksanaannya dan di atas semuanya untuk mengalami kejadian melalui pengganti proxy Rahman & Saudin, 2022, hlm. 97. Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Sistem Informasi Eksekutif Rockart &Delong dalam Rahman & Saudin, 2022, hlm. 98 mengidentifikasi 8 faktor penentu keberhasilan system informasi eksekutif yang di antaranya adalah sebagai berikut. Sponsor eksekutif yang mengerti dan berkomitmen, Eksekutif tingkat puncak, lebih baik CEO karena harus berfungsi sebagai sponsor eksekutif EIS dengan mendorong penerapannya. Sponsor operasi, kalau sponsor eksekutif sibuk dapat diberikan kepada eksekutif lebih rendah, misal wakil presiden eksekutif. Sponsor operasi bekerjasama dengan eksekutif pemakai dan spesialis informasi untuk memastikan pekerjaan itu terlaksana. Staf jasa informasi yang sesuai, tidak saja mengerti teknologi informasi tetapi juga mengerti cara eksekutif menggunakan sistem itu. Teknologi informasi yang sesuai H/ W dan S/ W tidak lebih dan tidak kurang. Manajemen data, data harus selalu mutakhir dengan mengidentifikasi tanggal dan jam dimasukkan dalam sistem. Juga perlu analisis melalui drilldown dengan bertanya kepada manajer data atau keduanya. Kaitan yang jelas dengan tujuan bisnis, EIS harus berhasil memecahkan masalah-masalah spesifik/ untuk memenuhi kebutuhan yang dapat ditangani teknologi informasi. Manajemen atas Penolakan organisasi. Jika seorang eksekutif menolak EIS, perlu upaya untuk mendapatkan dukungan. Untuk itu perlu identifikasi masalah tersebut, kemudian menerapkan EIS dengan prototyping untuk mengatasi masalah tersebut. Manajemen atas penyebaran dan evolusi sistem Jika manajer tingkat atas mulai menerima informasi dari EIS, maka manajer tingkat bawah menginginkan informasi yang sama, karena mereka ingin mengantisipasi masalah dan memecahkannya sebelum manajer tingkat atas menganggap masalah tersebut tidak terkendali. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Informasi Eksekutif Semua sistem memiliki kekurangan dan kelebihan. Akan tetapi, itu semua tergantung dari penggunaan dan pengguna. Begitu pula dengan sistem informasi eksekutif ini pun juga memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Beberapa kelebihan sistem informasi eksekutif di antaranya adalah sebagai berikut. Mempermudah para eksekutif untuk menggunakan pengalamannya dalam dunia komputer. Menyediakan pengiriman tepat waktu dari keterangan rangkuman perusahaan. Keterangan yang disediakan semakin mudah dimengerti. Biasanya menawarkan efisiensi untuk membuat keputusan. Melakukan penyaringan data untuk manajemen. Meningkatkan pemeriksaan keterangan. Dapat Mengakses dan memadukan jangkauan data internal dan eksternal yang bersifat luas. Sedangkan kekurangan dari sistem informasi eksekutif di antaranya adalah sebagai berikut. Memiliki fungsi yang terbatas, tidak dapat melakukan perhitungan kompleks. Pada perusahaan kecil mungkin membutuhkan biaya lebih untuk membuat implementasi. Karena sistemnya besar, terhitung cukup sulit untuk mengaturnya. Referensi Rahman, W., Saudin, L. 2022. Bahan ajar sistem informasi manajemen. Bandung Penerbit Widina Bhakti Persada.
ToggleKeuntungan dan Kerugian subsection 4.1 Keuntungan dari EIS. 4.2 Kerugiaan dari EIS. 5 Tren Masa Depan. 6 Referensi. 16 bahasa. Tidak seperti presentasi sistem informasi manajemen tradisional, EIS dapat membedakan antara data penting dan data yang jarang digunakan, dan melacak berbagai kunci penting kegiatan untuk para eksekutif, baik
Terlebihjurusan manajemen ini menjadi salah satu jurusan yang paling dicari. Jadi gak memungkiri kalau jurusan ini punya banyak kelebihan. Di bawah ini adalah deretan pembahasan dari jurusan manajemen, antara lain. 1. Membentuk pribadi yang ulet dan teliti. 2. Mampu membuatmu berkomunikasi dengan baik. 3.
Kelebihan Sistem Informasi Manajemen Didalam sebuah Sistem Informasi Manajemen terdapat kelebihan-kelebihan yaitu terdiri dari 1. Meningkatkan efisiensi operasional Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan biaya low-cost leadership. Dengan menanamkan investasi pada teknologi system informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut barriers to entry dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikat lock in konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka. 2. Memperkenalkan inovasi dalam bisnis Penggunaan ATM automated teller machine dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanyaATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun. Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaranswitching costs ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah system reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut,maka mereka akan segan utnuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain. 3. Membangun sumber-sumber informasi strategis. Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users. Kelemahan Sistem Informasi Manajemen Dapat memberikan dampak bagi lingkungan sosial seperti pengurangan tenaga kerja, sehingga dapat menambah angka pengangguran. Fungsi manusia sebagai tenaga kerja banyak tergantikan oleh teknologi-teknologi yang ada, karena dengan teknologi tersebut perusahaan merasa lebih di untungkan, sehin. Selain itu dengan adanya Sistem Informasi Manajemen tersebut membuat ketergantungan manusia terhadap Sistem Informasi Manajemen tersebut, sehingga mengesampingkan rasionalitas manusia itu sendiri.0E52B.